Feb 8
Akbar: Telan Saja Omongan Gus Dur
icon1 admin | icon2 Uncategorized | icon4 02 8th, 2009| icon3No Comments »

JAKARTA - Akbar Tanjung tidak mau menanggapi tudingan Abdurrahman Wahid terhadap dirinya, terkait demonstrasi yang berujung tindak anarkis yang dilakukan oleh massa pendukung terbentuknya Provinsi Tapanuli.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar memutuskan tidak perlu menggelar keterangan pers atau semacamnya untuk mengklarifikasi tudingan yang menyebutnya sebagai aktor di balik demo yang menewaskan Ketua DPRD Sumatera Utara Azis Angkat.

“Paling saya bantah. Kecuali kalau itu melebar,” ujarnya saat dihubungi okezone, Minggu (8/2/2009).

Jadi menurutnya, apa yang dikatakan mantan Presiden yang kerap dipanggil Gus Dur tersebut, tak perlu ditanggapi. Malah harus dipertanyakan, dari mana Gus Dur bisa cepat menuding seperti itu. Akbar berkeyakinan ada orang jahat yang membisikkan informasi yang salah. 

Walaupun tidak dipungkiri ada kemungkinan orang pusat (Jakarta) yang memiliki andil dalam demonstrasi tersebut. Namun hal itu bukanlah dirinya. Bahkan Akbar membantah memiliki hubungan atau kenal dengan individu-individu yang terkait dengan demonstrasi tersebut.

“Biasalah Gus Dur. Telan saja omogannya,” tukasnya.(hri)

Hariyanto Kurniawan

URL: http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/08/1/190525/akbar-telan-saja-omongan-gus-dur

Feb 7
JK: Rakornas Golkar Tak Bahas Capres
icon1 admin | icon2 Uncategorized | icon4 02 7th, 2009| icon3No Comments »

BRUSSELS - Rapat koordinasi nasional (rakornas) Partai Golkar yang akan berlangsung pada 12-15 Februari 2009 mendatang tidak akan membahas calon presiden (capres) yang bakal diusung partai berlambang pohon beringin ini.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan warga Indonesia di Wisma Tamu, Brussels, Belgia, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (7/2/2009) WIB.

Pernyataan JK tersebut membantah sejumlah pemberitaan yang menyebutkan bahwa Golkar akan membahas capres yang akan diusung dalam rakornas.

“Setiap enam bulan Golkar menggelar rakornas untuk membahas pelaksanaan pemilu nanti. Jadi tidak membahas agenda Pilpres,” ujar JK.

Menurutnya, agenda utama Golkar dalam rakornas kali ini masih membahas persiapan pemilu legislatif. Persiapan tersebut antara lain mengenai evaluasi pelaksanaan kampanye di sejumlah daerah.

“Membahas pelaksanaan sejauh mana kampanye, persiapan, dan sebagainya. Tidak membahas pelaksanaan soal calon-calon dan sebagainya, karena Golkar berpendapat bahwa ini pemilihan legislatif, jadi kita bicara pemilu legislatif (dahulu),” paparnya.

Menanggapi santernya pencalonan anggota Dewan Penasihat DPP Partai Golkar Sri Sultan Hamengku Buwono X di bursa capres, JK kembali menegaskan, pencalonan tersebut tidak boleh melalui Golkar. Namun, dia menilai pencalonan sejumlah kader Golkar tidak akan mengurangi suara partai.

“Tidak boleh lewat Golkar. Tapi itu hak masing-masing, apakah Sultan atau yang lainnya. Tidak apa-apa, tidak akan mengurangi suara Golkar karena belum dipilih presiden, baru partai. Jadi tidak akan mengganggu,” tandasnya.

Seperti diketahui, jaringan simpul masyarakat pendukung Sultan Merti Nusantara menyatakan akan terus melakukan lobi-lobi politik kepada petinggi Golkar dan organisasi sayap agar pencalonan Sultan sebagai capres bisa terwujud. (teb) (jri)

Maya Sofia - SINDO

URL: http://pemilu.okezone.com/index.php/read/2009/02/07/267/190452/jk-rakornas-golkar-tak-bahas-capres

Feb 2

JAKARTA - Pemilu dan Pemilihan Presiden 2009 makin dekat, Partai Golkar juga makin merapatkan barisan. Medio Februari 2009, partai pemenang pemilu 2004 ini akan menggelar Rapat Konsultasi Nasional yang salah satu agendanya membahas calon presiden.
 
“Kita akan mengadakan Rapat Konsultasi Nasional. Tidak tertutup kemungkinan membahas soal capres dan cawapres mengingat perkembangan politik semakin cepat dan dinamika meninggi,” terang Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa (27/1/2009).
 
Selain membahas capres dan cawapres, lanjut Agung, partai politik berlambang pohon beringin ini juga akan membahas kesiapan partai menghadapi pemilu, terutama langkah-langkah yang akan ditempuh partai untuk menjadi pemenang pemilu. 
 
Selain itu, strategi kampanye para caleg juga akan dibahas menyambut kampanye terbuka yang diagendakan dimulai pada bulan Maret nanti. Dalam acara yang direncanakan bakal digelar di Jakarta itu, Golkar juga akan membekali saksi-saksi yang akan diterjunkan di lapangan dengan pengetahuan yang cukup. 
 
Soal merapatnya Sultan Hamengku Buwono X ke kubu moncong putih, dengan menjadi salah satu kandidat  cawapres Megawati, Ketua DPR ini menanggapinya biasa saja. “Yah kita sambut baik saja,” ucap dia. Menurut Agung, minat PDIP menggandeng Sultan sebagai cawapres bukti bahwa kader Golkar dipercaya oleh pihak lain. 
 
Partai Golkar tidak akan terburu-buru dalam menentukan capres dan cawapres. Partai Golkar akan mengumumkannya setelah Pemilu legislatif. Namun, di berbagai kesempatan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla menyatakan siap menjadi pemimpin nasional. (advertorial)

URL: http://www.detiknews.com/read/2009/02/02/070017/1077791/723/capres-golkar-dibahas-di-rapat-konsultasi-nasional

Aug 29
Golkar Tak Mau Buru-buru Umumkan Capres
icon1 admin | icon2 Uncategorized | icon4 08 29th, 2008| icon3No Comments »

JAKARTA - Partai Golkar mengakui secara jujur, tidak akan terburu-buru mendeklarasikan siapa yang akan diusung sebagai presiden dalam Pilpres 2009 nanti. Golkar beranggapan bila menyebut satu nama saja sebagai calon Presiden, maka, akan berbahaya bagi salah satu partai politik terbesar ini.

“Di Golkar banyak kadernya yang layak menjadi calon Presiden. Ada Agung Laksono, Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla atau Sri Sultan. Kalau diumumkan sekarang bisa berbahaya ,” kata Ketua Harian I Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu dalam diskusi yang diadakan di DPR, Jumat (29/8).

“Pak Wiranto, merasa sudah tak punya peluang di Golkar kemudian buat partai baru, termasuk Prabowo juga begitu karena merasa tak punya peluang di Golkar,” kata politisi senior Golkar yang kerap disapa Burnap itu.

Ia menjelaskan, sekarang ini ada kegagalan dalam system demokrasi yang dianut, sering kali terkecoh. Para elite nasional dan parpol berpikir sederhana, politik nasional sudah terjerumus pada high cost politics. “Birahi tokoh nasional untuk mendirikan parpol masih tinggi padahal banyak parpol yang lolos pemilu 2009 belum memiliki calon-calon pemimpin. SBY dipandang lemah, tetapi tidak dilihat bahwa ada Golkar sebagai penyangganya, ” paparnya.

Golkar saat ini diakuinya akan merubah system dari model konvensi ke rapim untuk menghindari. Salah satunya adalah di Golkar ada segundang kader yang kelasnya sudah kelas presiden. “Dengan kondisi seperti itu saja Prabowo sudah ngacir ke Gerindra karena sudah tidak ada harapan. Golkar tidak semata-mata bertarung untuk RI 1 tetapi ingin membuat sistem yang lebih baik bagi negeri ini,” Burnap kembali berarguemntasi. 

Persda Network / Rachmat Hidayat

URL: http://kompas.co.id/read/xml/2008/08/29/17214239/golkar.tak.mau.buru-buru.umumkan.capres

Aug 29
Golkar Merasa Pernah Diingkari PDI-P
icon1 admin | icon2 Uncategorized | icon4 08 29th, 2008| icon3No Comments »

JAKARTA - Wacana koalisi yang digagas PDI Perjuangan dan Golkar saat ini, ternyata belum menjadi suatu keputusan bulat. Malahan, Golkar merasa pernah diingkari oleh PDI Perjuangan saat wacana koalisi mulai berkembang pada saat pertemuan dua partai besar ini bertemu di Medan dan Palembang beberapa waktu lalu.
 
Pengingkaran ini diungkapkan oleh Ketua Harian I Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu. “Kita (Golkar) pernah diiingkari oleh PDI-P. Setelah pertemuan di Medan dan Palembang waktu itu.Tak lama kemudian PDI-P malah deklarasi mencalonkan presidennya (Megawati). Nah, kita kalau sudah begitu,kita tidak bisa apa-apa. Kita kemudian merasa diingkari,” kata Burhanudin Napitupulu dalam dialog politik yang diadakan di DPR, Jumat (29/7).
 
Rencana berkoalisi antara Golkar dan PDI-P, kata Burnap memang didorong oleh dewan penasihat. Namun, dewan penasihat (Golkar) bukanlah sang penentu. Segala keputusan di Golkar, Burnap menjelaskan, adalah ditentukan melalui rapat pimpinan (Rapim).
 
“Dalam rapim, itulah yang menentukan. Disana para pemikir-pemikir Golkar berkumpul. Jadi, wacana yang ada sekarang ini (koalisi), belum. Apalagi yang terlihat road show ke mana-mana Taufik Kiemas, bukan partai. Meski memang, di PDIP, dalam keputusannya berbeda dengan Golkar,” kata Burnap.
 
Sementara Ketua DPP PDI Perjuangan Sutradara Ginting pada kesempatan yang sama menjelaskan, tak akan mungkin satu partai politik bisa berkuasa tanpa harus berkoalisi dengan kekuatan partai politik lain. Pemerintahan yang kuat, kata Sutradara, harus juga didukung mayoritas parlemen.
 
“Pemerintah tentunya, juga harus dapat dukungan dari local goverment, sehingga mampu menggerakan kepentingan nasional. Tidak seperti pemerintahan sekarang, tidak didukung mayoritas pemerintah lokal di daerah,” Sutradara menjelaskan.
 
“Jadi, mustahil ada partai politik yang bisa berkuasa sendirian. Harus koalisi, dalam kerjasama poliitk di indonesia yang multi partai, menurut kami adalah sebuah keniscayaan. Koalisi permanen bukan hanya berbagi orang saja, tapi berbagi konsep. Itulah kemudian semangat untuk melakukan koalisi,” katanya.

Direktur Eksekutif Indoberometer, Muhammad Qodari menilai, mustahil Golkar bisa berkoalisi dengan PDI-P bila dilakukan pada Pemilu legislatif. Termasuk, rencana untuk koalisi di pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di 2009.
 
Alasan tidak mungkin melakukan koalisi di Pemilu legislatif, jelas Qodari, biasanya, bila ada kader Golkar yang kecewa, akan lari ke PDI-P, begitu juga sebaliknya. “Jadi, sebenarnya koalisi Golkar dan PDI-P di Pemilu legislatif sangat tidak mungkin karena akan saling membunuh, saling merebut simpatisannya masing-masing. Yang terjadi selama ini memang selalu begitu,” kata Qodari.
 
Begitu juga koalisi yang dilakukan dalam Pemilu Presiden, itu juga bisa tidak mungkin antara Golkar dan PDI-P di 2009 nanti. Qodari meyakini, tidak akan mungkin Jusuf Kalla mau digandeng oleh Megawati Soekarnoputri.
 
“Karena kalau mau, maka Jusuf Kalla harus mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Kalau ini terjadi, maka akan ditertawakan rakyat. Apalagi selama PDI-P belum mengubah jawdal mengumumkan calon wapresnya tidak lama lagi. Sementara Golkar kemungkinan setelah Pemilu legislatif. Jadi, di Pemilu presiden sulit juga terjadi koalisi antara Golkar dan PDI-P,” kata Qodari. 

Persda Network / Rachmat Hidayat

URL: http://kompas.co.id/read/xml/2008/08/29/15513995/golkar.merasa.pernah.diingkari.pdi-p